Halaman Utama » Kalkulator » Pajak » Bea Masuk Pajak Impor

Kalkulator Bea Masuk Pajak Impor


Hitung berapa bea masuk pajak impor untuk barang dengan nominal tertentu.

Pemerintah Republik Indonesia menerapkan sejumlah pungutan untuk barang-barang yang masuk dari luar negeri ke dalam negeri. Pungutan ini disebut dengan bea masuk impor.

FOB Barang ($)
Kurs / Nilai Tukar
Tarif Bea Masuk (%)
Tarif PPN (%)
Tarif PPN BM (%)
Tarif PPh Pasal 22 (%)
Pembebasan FOB ($)
Asuransi ($)
Freight ($)
Besar Bea Masuk
Besar PPN
Besar PPnBM
Besar PPh Pasal 22
Total Pungutan

Dasar Penghitungan Bea Masuk (BM) dan Pajak Dalam Rangka Impor (PDRI)


Nilai Pabean

Nilai pabean atau nilai transaksi adalah CIF dikali dengan (NDPBM) nilai dasar perhitungan bea masuk. NDPBM sering kali disebut dengan kurs.

Nilai Pabean = CIF × NDPBM

Nilai Pabean = (FOB + Insurance + Freight) * NDPBM

FOB

FOB atau juga disebut cost adalah jumlah transaksi yang dibayarkan dikurangi dengan pembebasan FOB. Pembebasan FOB memiliki klasifikasi sebagai berikut: \$50 untuk barang kiriman, \$250 untuk barang penumpang per orang, dan \$1000 untuk barang penumpang per keluarga.

Insurance / Asuransi

Biaya-biaya terkait dengan asuransi barang kiriman.

Freight / Biaya Pengiriman

Biaya pengiriman sampai ke pelabuhan tujuan.

Apabila nilai biaya pengiriman atau asuransi tidak tersedia, maka:

Freight / Biaya kirim akan ditetapkan sebagai berikut:

  • 5% dari FOB untuk negara ASEAN.
  • 10% dari FOB untuk Asia (bukan ASEAN) dan Australia.
  • 15% dari FOB untuk negara lain.

Asuransi = 0.5% × (Cost + Freight)

Bea Masuk

Bea masuk merupakan sejumlah pungutan yang ditetapkan oleh pemerintah atas barang yang masuk wilayah pabean. Setiap barang memiliki persentase bea masuk yang berbeda-beda. Untuk melihat berapa tarif bea masuk, bisa melihat di situs resmi Direktorat Jenderal Bea Cukai.

Bea Masuk = Nilai Pabean × Persentase Bea Masuk

PPN

PPN (Pajak Pertambahan Nilai) = 10% × (Nilai Pabean + Bea Masuk)

PPnBM

PPnBM (Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah) = Persentase PPbBM × (Nilai Pabean + Bea Masuk)

PPh

PPh (Pajak Penghasilan) = Persentase PPh × (Nilai Pabean + Bea Masuk)

Tarif PPh:

  • 2.5% untuk para pemegang Angka Pengenal Importir (API).
  • 7.5% untuk non-API.
  • 15% untuk yang tidak memiliki NPWP.

Contoh Perhitungan Bea Masuk Pajak Impor:


Anda membeli barang dari Korea Selatan senilai $550. Anda memilih menggunakan opsi pengiriman lewat udara.

Pertama-tama, kita harus menghitung nilai FOB terlebih dahulu. Dikarenakan barang merupakan barang kiriman, maka mendapatkan pembebasan FOB sebesar $50.

1. FOB

Jadi, FOB = $550 - $50

FOB = $500

2. Tarif Bea Masuk

Kita asumsikan barang yang dibeli memiliki tarif bea masuk sebesar 10%.

3. NDPBM / Kurs Mata Uang

Kurs dollar pada saat itu adalah 13.560.

Kita tidak memiliki data biaya pengiriman dan asuransi. Oleh karena itu, akan dikenakan tarif sesuai dengan peraturan yang berlaku.

4. Biaya Pengiriman / Freight

Persentase biaya pengiriman = 10% dari FOB untuk Asia (non-ASEAN) dan Australia.

Biaya pengiriman = 10% * \$500 = \$50

5. Biaya asuransi / Insurance

Biaya Asuransi = 0.5% * \$500 = \$2.5

6. Nilai Pabean

Nilai pabean = CIF * Kurs

Nilai pabean = (FOB + biaya asuransi + biaya pengiriman) * kurs

Nilai pabean = (\$450 + \$2.5 + \$50) * Rp 13.560/\$

Nilai pabean = Rp 6.813.900

7. Bea Masuk

Bea masuk = Nilai pabean × tarif bea masuk

Bea masuk = Rp 6.813.900 × 10%

Bea masuk = Rp 6.813.900 × 10%

Bea masuk = Rp 681.390

8. PPN

PPN = 10% × (Nilai Pabean + Bea Masuk)

PPN = 10% × (Rp 6.813.900 + Rp 681.390)

PPN = 10% × Rp 7.495.290

PPN = Rp 749.529

9. PPnBM

PPnBM = 0% × (Nilai Pabean + Bea Masuk)

PPnBM = 0

10. PPh

PPh = 7.5% (PPh non-API) × (Nilai Pabean + Bea Masuk)

PPh = 7.5% × Rp 7.495.290

PPh = Rp 562.147

11. Total Pungutan

Total pungutan = Bea Masuk + PPN + PPnBM + PPh

Total pungutan = Rp 681.390 + Rp 749.529 + 0 + Rp 562.147

Total pungutan = Rp 1.993.066